The Jambi Times, BATANGHARI | Peningkatan kasus terduga campak di Kabupaten Batang Hari terus terjadi, buktinya Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 101 warga terindikasi, dan enam di antaranya positif.
Berdasarkan data yang diperoleh dari puskesmas dan rumah sakit di daerah setempat sebanyak 101 kasus terduga, 12 sampel telah keluar hasilnya, tercatat enam di antaranya positif campak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari Wendrawati di Muara Bulian, Jumat, mengatakan untuk rincian kasus positif campak ada tiga anak suku dalam (SAD) dan tiga masyarakat biasa.
Penyakit campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan percikan dari orang yang terinfeksi.
"Untuk kasus terduga campak tersebut tersebar di setiap kecamatan Kabupaten Batang Hari. Dengan usia sasaran anak usia sekolah dan bayi," katanya.
Gejala campak yang paling umum itu demam tinggi, batuk, pilek, dan ruang merah di kulit. Jika ada kerabat mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Untuk itu, Ia menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk mencegah penyebaran campak.
"Pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak lengkap, jaga kebersihan tangan dan lingkungan sekitar, serta isolasi pasien campak untuk mencegah penularan." ujarnya.
Sementara itu, puskesmas setempat juga telah meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan campak, termasuk melakukan isolasi mandiri bagi pasien yang terinfeksi, melakukan disinfeksi lingkungan sekitar, dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan campak.
" Kami berharap dengan kerja sama dan kesadaran masyarakat, kita dapat mencegah penyebaran campak dan menjaga kesehatan masyarakat," tutupnya.(din/an/adv)

