The Jambi Times, BATANGHARI | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari, Jambi, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi masih terdapat area tanpa sinyal (blank spot) di 29 titik tersebar di wilayah tersebut.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang Hari telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk mengajukan proposal ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta berkoordinasi dengan penyedia jasa telekomunikasi (provider), kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Batang Hari Amir Hamzah di Muara Bulian, Senin.
Langkah yang terus didorong oleh pemerintah daerah guna memastikan masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi yang memadai dan merata.
"Kami telah melakukan kunjungan ke kementerian untuk mengajukan proposal agar melalui program-program yang ada bisa teratasi titik-titik atau blank spot ," katanya.
Selain itu, Amir menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyedia layanan seperti Telkomsel dan Telkomsat. Menurutnya, Pemkab Batang Hari berupaya mengoptimalkan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) agar pihak penyedia jasa tertarik membangun infrastruktur jaringan di wilayah tersebut.
"Tujuan utamanya tentu untuk memperkuat jaringan komunikasi di daerah yang belum terjangkau sinyal," ujarnya.
Ia juga menyebutkan adanya program "Internet Merah Putih" dari Telkomsat sebagai alternatif solusi, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing desa.
Namun, pihaknya mengakui program tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yakni berkisar Rp100 juta.
"Program ini memerlukan pembiayaan yang lumayan, kurang lebih sekitar Rp100 juta. Secara daerah, Pemkab belum bisa menanggung sepenuhnya," kata Amir.
Oleh karena itu, pihaknya menawarkan opsi kepada pemerintah desa untuk mencari pola pembiayaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), terutama bagi desa yang memiliki perusahaan di sekitarnya.
Amir menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meyakinkan para penyedia jasa dengan menyampaikan data dan kebutuhan riil di lapangan. Ia berharap, dengan upaya ini, kualitas hidup masyarakat meningkat dan pembangunan daerah semakin terdukung.(id/an/adv)

