The Jambi Times, BATANGHARI | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Batang Hari, Jambi periode Januari hingga Juli 2026 terus menunjukkan peningkatan, (13/08/2026)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai 50,5 hektare sejak Januari hingga 27 Juli 2026.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Batang Hari Asriyal di Muara Bulian, Selasa, mengatakan luas lahan yang terbakar tersebut berasal dari 47 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah kecamatan.
"Selain mencatat kejadian kebakaran, kami juga mendeteksi 98 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Batang Hari selama periode yang sama,"katanya.
Titik-titik panas tersebut terus dipantau sebagai langkah antisipasi agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Menurut Asriyal, sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang masih dilakukan oleh masyarakat. Kondisi musim kemarau turut memperbesar potensi api cepat meluas ke lahan di sekitarnya.
"Dari hasil pendataan, titik api paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Muara Bulian," ujar Asriyal.
Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Upaya patroli pemantauan hotspot serta penanganan cepat terus dilakukan bersama tim gabungan untuk menekan bertambahnya luas lahan yang terbakar selama musim kemarau.(Adv)

