Pemkab Catat 16 Milyar Zakat Melalui Baznas



The Jambi Times, BATANGHARI | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang Hari, Jambi mencatat  potensi zakat di daerah setempat bisa mencapai Rp16 miliar dalam satu tahun, (15/08/2026).


Wakil Ketua Bidang Perencanaan dan Keuangan Baznas Kabupaten Batang Hari, Iskandar di Muara Bulian mengatakan potensi itu berasal dari berbagai sumber, salah satunya zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).


“Potensi zakat di Batang Hari ini bisa mencapai sekitar Rp15 sampai Rp16 miliar dalam satu tahun. Kalau dari ASN sampai saat ini kisarannya sekitar Rp8 miliar setahun,”katanya.


Selain itu, potensi zakat dari ASN dapat berubah seiring dengan jumlah ASN yang memasuki masa pensiun. Sementara potensi lainnya berasal dari dana sosial keagamaan, seperti infak dan sedekah.


Meski memiliki potensi hingga Rp16 miliar, penghimpunan zakat dan dana sosial keagamaan lainnya oleh Baznas Batang Hari pada 2025 tercatat sebesar Rp10,2 miliar.


"Dana yang berhasil dihimpun itu kemudian kita salurkan melalui berbagai program untuk membantu masyarakat yang berhak menerima zakat,"ujarnya.


Sementara itu, Baznas Kabupaten Batang Hari memiliki sejumlah program utama di antaranya Batang Hari Peduli dan Batang Hari Cerdas. 


Melalui program Batang Hari Cerdas, Baznas memberikan bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.


"Pada 2026 ini, Baznas menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp2,135 miliar kepada para penerima manfaat,"katanya.


Selain itu, bantuan juga diberikan kepada masyarakat fakir miskin. Pada Ramadan lalu, Baznas menyalurkan bantuan kepada lebih dari 5.000 penerima dengan total anggaran hampir Rp3 miliar.


“Untuk alokasi zakat, kita memiliki lima program. Ada Batang Hari Peduli, Batang Hari Cerdas dan program lainnya seperti pembinaan UMKM, advokasi dakwah serta untuk lembaga pendidikan seperti pesantren,” jelas Iskandar.


Baznas juga menyalurkan bantuan kepada kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria penerima zakat, termasuk anak-anak warga binaan yang mendapatkan bantuan pendidikan.


Selain bantuan pendidikan dan sosial, dana zakat juga dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan rumah bagi guru atau ustadz di lingkungan pesantren yang masuk dalam kategori penerima zakat.


Untuk itu, ia berharap optimalisasi penghimpunan zakat dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak masyarakat Batang Hari yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari dana zakat dan dana sosial keagamaan lainnya.(Adv)